Selain kehilangan tempat tinggal, salah satu anak korban, Dina Mustaqimah (14 tahun), pelajar SMPN 13 HST, mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Ia segera dievakuasi oleh relawan ke RSUD H. Damanhuri Barabai (RSHD) untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban mengalami gangguan pernapasan dan langsung di evakuasi oleh tim relawan ke RSUD H. Damanhuri Barabai, sementara lainnya dalam keadaan selamat,” tambah Fitriadinoor.
Petugas gabungan dari TRC BPBD HST, Tagana, TNI, Polri, BPK/PMK Balakar 654, relawan, aparat desa, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke rumah lain.
Setelah kurang lebih 30 menit berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan 100 persen, dan kondisi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, BPBD HST bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk menyalurkan bantuan bagi korban terdampak.
BPBD HST juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau di kawasan permukiman padat yang masih banyak menggunakan bangunan berbahan kayu. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







