Tangis Bilqis, Bocah Makassar yang Hilang 10 Hari Menolak Pulang karena Terlanjur Sayang pada Tetua Suku Anak Dalam

WARTABANJAR.COM, JAMBI — Momen penjemputan Bilqis Ramdhani (4) di tengah hutan Kabupaten Merangin, Jambi, berubah menjadi lautan air mata. Bocah asal Makassar yang sempat hilang selama sepuluh hari itu menolak dipulangkan karena sudah menganggap tetua Suku Anak Dalam (SAD) sebagai ayah kandungnya.

Dalam video yang viral di media sosial, Bilqis tampak duduk manja di pangkuan seorang pria berbaju biru—dikenal sebagai Bagendang, salah satu tetua SAD yang selama ini merawatnya. Saat aparat kepolisian tiba, tangisan pecah. Bilqis memeluk sang tetua erat, enggan dilepaskan.

“Dia berontak, memanggil ‘ayah’ pada tetua itu. Hubungan emosional mereka sudah terbangun sangat kuat,” ujar Ipda Supriadi Gaffar, Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar, Selasa (12/11/2025).

Suku Anak Dalam Tak Tahu Bilqis Korban Penculikan

Menurut Iptu Nasrullah Muntu, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, warga SAD sama sekali tidak tahu bahwa Bilqis adalah korban perdagangan anak. Pelaku meyakinkan mereka bahwa bocah mungil itu adalah yatim piatu yang butuh tempat tinggal dan kasih sayang.

Proses negosiasi antara polisi dan masyarakat adat berlangsung dramatis—selama dua hari satu malam di tengah hutan Merangin.

“Kami harus membangun kepercayaan dulu. Tidak ada penyerahan uang, murni pendekatan kemanusiaan,” tegas Nasrullah.

Upaya penyelamatan itu melibatkan Polda Jambi, Dinas Sosial, serta para temanggung dan ketua adat SAD, hingga akhirnya Bilqis diserahkan dengan penuh haru.

Dirawat Seperti Anak Sendiri

Selama berada di kawasan SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Bilqis tumbuh dalam kasih warga SAD. Ia bermain bebas bersama anak-anak lain dan kerap tertawa ceria.

“Warga SAD memperlakukan Bilqis dengan tulus. Itulah sebabnya dia menangis saat dijemput polisi,” tutur Nasrullah.

Suasana pun tak bisa dibendung. Warga yang menyaksikan penjemputan ikut menitikkan air mata.

Bilqis hilang pada Minggu (2/11/2025) di Taman Pakui Sayang, Makassar, saat menemani ayahnya bermain tenis. Polisi kemudian mengungkap pelaku utama: Sri Yuliana (30), asisten rumah tangga yang tega menculik Bilqis dan menjualnya lewat media sosial hanya dengan Rp3 juta.