WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya menekan angka pernikahan dini melalui kegiatan pembinaan remaja.
Salah satunya lewat Jambore dan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (GenRe) yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) di guest house Sultan Sulaiman.
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Khairullah Anshari, mengatakan kegiatan ini merupakan wadah pembinaan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA untuk menjadi remaja yang memiliki perencanaan hidup matang.
Baca Juga Menag Resmi Lantik Rektor UIN Antasari Banjarmasin
“GenRe ini membekali remaja dengan berbagai materi tentang kesehatan reproduksi, perencanaan karier, dan kehidupan berkeluarga,” ujarnya saat ditemui usai acara penutupan jambore, Rabu (12/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan pada konsep Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) yang mencakup tiga risiko utama, yaitu seksualitas, penyalahgunaan napza, dan HIV/AIDS.
“Dengan kegiatan ini, para remaja diharapkan lebih melek terhadap isu kesehatan remaja dan paham cara menjaga diri,” kata Khairullah.
Ia menambahkan, salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah komitmen peserta untuk menikah di usia ideal, yakni di atas 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
“Ini bagian dari upaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Banjar. Tahun ini angkanya sudah menurun dibandingkan 2024,” jelasnya.
Khairullah berharap, para peserta jambore yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar tersebut dapat menjadi duta informasi bagi teman-temannya di sekolah.

