“Peta Kekuatan di Asia masih didominasi atlet dari negara Kazakhstan dan Iran. Tim pelatih berharap Indonesia sebagai negara Asia Tenggara bisa ikut mendominasi kawasan Asia,” paparnya.
Sementara itu, Dheny Marsyelina mengungkapkan rasa bahagianya bisa meraih gelar dalam keikutsertaan perdananya di ajang IBSA Judo Asian Championship.
“Pastinya di awal saya sempat merasa gugup, tetapi setelah saya bisa mengalahkan lawan di pertandingan pertama, di pertandingan selanjutnya saya lebih percaya diri,” ucap Dheny.
Dheny mengakui wakil-wakil Kazakhstan masih menjadi lawan yang paling merepotkan. Ia lega karena bisa meraih kemenangan lagi setelah sebelumnya juga menang saat bertemu wakil Kazakhstan di Mesir.
“Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik dan saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Dheny.
Hal yang sama juga diungkapkan Roma Siska. Ia senang karena lawan terberat dari Kazakhstan di kelas J1 +70 kilogram putri bisa diatasi.
“Kejuaraan di Kazakhstan bulan ini sangat memacu adrenalin,” ungkap Roma Siska.
ASIAN Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, menjadi ajang penting dalam perebutan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Namun sebelum itu, tim judo tunanetra Indonesia akan fokus penuh untuk mengumpulkan kepingan medali di ASEAN Para Games 2025 di Thailand. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

