WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menjenguk para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dirawat di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi, Jakarta, pada Sabtu (8/11).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan penuh bagi korban, termasuk siswa, guru, maupun orang tua yang terdampak.
“Kami menyampaikan empati dan semangat kepada anak-anak serta keluarga agar mereka tidak patah semangat untuk melanjutkan sekolah. Kami sangat prihatin, namun kita harus mencari solusinya bersama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Menteri PPPA.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 14 siswa korban ledakan masih dirawat di RS Islam Cempaka Putih, dengan dua di antaranya dirawat intensif di ruang ICU.
Sementara di RS Yarsi, terdapat 14 korban yang dirawat di ruang rawat inap dan satu korban di ruang ICU. Kemen PPPA akan terus memantau kondisi para korban bersama pihak rumah sakit.
Menteri PPPA menegaskan, pendampingan psikologis menjadi fokus utama Kemen PPPA dalam membantu proses pemulihan para korban.
Menteri PPPA mengatakan, dukungan mental sangat penting agar anak-anak dan keluarga mampu kembali bangkit pasca peristiwa yang mengejutkan tersebut.
“Pendampingan psikologis adalah prioritas utama kami. Besok kami akan berkoordinasi lebih lanjut untuk menentukan langkah terbaik bagi anak-anak, keluarga, dan para guru,” kata Menteri PPPA.







