Harga Emas Antam Meroket Gila-Gilaan: Tembus Rp 2,3 Juta/Gram, Investor & Kolektor Bersiap Sergap Peluang!
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Ledakan harga emas kembali mengguncang pasar Tanah Air! Emas Antam 24 karat hari ini melesat tajam hingga menyentuh level spektakuler Rp 2.307.000 per gram, usai melonjak Rp 8.000 pada Senin (10/11/2025). Para investor, kolektor, dan pemburu logam mulia langsung bersiap menyergap peluang!
Deretan Harga Lengkap: Dari 0,5 Gram Sampai 1 Kilogram
Data terbaru dari Logam Mulia Antam menunjukkan kenaikan merata di seluruh varian:
0,5 gram: Rp 1.203.500
1 gram: Rp 2.307.000
2 gram: Rp 4.554.000
3 gram: Rp 6.806.000
5 gram: Rp 11.310.000
10 gram: Rp 22.565.000
25 gram: Rp 56.287.000
50 gram: Rp 112.495.000
100 gram: Rp 224.912.000
250 gram: Rp 562.015.000
500 gram: Rp 1.123.820.000
1.000 gram (1 kg): Rp 2.247.600.000
Harga emas seolah tak terbendung, membuat pasar semakin panas.
Tren Menggila Sepekan dan Sebulan Terakhir
Dalam tujuh hari terakhir, emas Antam bergerak stabil di rentang Rp 2.260.000–Rp 2.307.000 per gram.
Namun dalam sebulan, grafiknya jauh lebih ekstrem, bergerak liar antara Rp 2.260.000–Rp 2.487.000 per gram.
Tren ini menunjukkan permintaan emas batangan tetap tinggi, sementara tekanan global dan ketidakpastian ekonomi dunia terus menggenjot harga logam mulia.
Buyback Naik! Investor Wajib Waspada
Harga buyback—nilai saat emas dijual kembali ke Antam—ikut terkerek naik Rp 8.000 dan kini berada di level Rp 2.172.000 per gram.
Namun penting dicatat: harga buyback selalu lebih rendah dari harga jual.
Mengacu pada PMK Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp 10 juta otomatis dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5% dan dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Kesimpulan: Emas Tetap Primadona Saat Risiko Global Memuncak
Lonjakan ini kembali membuktikan emas adalah “benteng terakhir” saat gejolak global memanas.
Investor diimbau tetap waspada, memantau pergerakan harian, dan mengelola risiko dengan cermat agar keputusan investasi tetap aman.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad