WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Yum Brands selaku perusahaan induk merek restoran pizza terkenal dunia, Pizza Hut, memberi sinyal akan menjual lini bisnis restorannya itu usai penjualannya turun selama tujuh kuartal atau nyaris dua tahun berturut-turut.
Sekadar informasi, merek Pizza Hut perlahan mulai ditinggalkan peminatnya sejak dikabarkan terlibat dalam pendanaan genosida Israel di Palestina.
Yum Brands baru-baru ini dikabarkan mempertimbangkan sejumlah opsi strategis untuk Pizza Hut, menilai restoran piza itu kesulitan beradaptasi dengan perkembangan dunia makanan cepat saji.
“Performa Pizza Hut menunjukkan kebutuhan untuk mengambil tindakan tambahan untuk membantu jenama ini mewujudkan nilai sesungguhnya, yang mungkin lebih baik dieksekusi di luar Yum Brands,” kata CEO Yum Brands, Chris Turner, belum lama ini, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (7/11/2025).
Penjualan Pizza Hut disebut tertinggal dari sejumlah restoran cepat saji lainnya milik Yum Brands, seperti Taco Bell dan KFC International.
Sebagai perbandingan, Taco Bell terakhir kali membuat laporan negatif pada Juni 2020.
Pizza Hut cuma menyumbang 11 persen keuntungan Yum Brands, sementara Taco Bell di AS menyumbang keuntungan 38 persen untuk grup bisnis tersebut.
Kenaikan harga di restoran dalam beberapa triwulan terakhir, inflasi yang tinggi, dan ketidakpastian ekonomi disebut-sebut menjadi penyebabnya.
Konsumen juga dilaporkan menjadi lebih berhati-hati makan di luar guna menekan pengeluaran.
Meski demikian, piza tetap dianggap sebagai santapan keluarga.
Pesaing Pizza Hut, Domino’s Pizza, mengatakan konsumen tetap mencari piza mereka meskipun ada perlambatan bisnis makanan cepat saji.













