Ia membenarkan adanya ledakan di area sekolah saat khutbah Jumat berlangsung di aula SMAN 72 Jakarta.
Sementara itu, Budi Laksono, guru Matematika di sekolah tersebut, mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah belakang aula.
“Ketika khotbah sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang. Asap tebal langsung muncul, dan semua siswa panik,” katanya.
Ledakan itu menyebabkan sembilan orang terluka, sebagian besar akibat pecahan kaca dan tekanan suara. Para korban kini dirawat di rumah sakit sekitar Cempaka Putih.
Kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 resmi dihentikan sementara waktu. Aparat keamanan terus melakukan pemeriksaan intensif dan sterilisasi lokasi, termasuk laboratorium dan ruang penyimpanan alat sekolah yang dikhawatirkan menyimpan bahan berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki motif dan identitas pria tergeletak yang ditemukan di dekat senjata bertuliskan “Welcome to Hell” itu.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad




