WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah hampir tiga pekan ditutup akibat dugaan kasus keracunan makanan, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tahfidz Miftah Firdausy di Jalan Belitung Darat akhirnya dikunjungi langsung oleh pimpinan dan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (6/11/2025).

Peninjauan dilakukan guna memastikan kondisi dan kelayakan dapur yang selama ini menjadi pusat penyediaan makanan bagi ribuan siswa di delapan sekolah. Para wakil rakyat meninjau langsung fasilitas, peralatan, hingga standar kebersihan dapur yang sempat disorot publik.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional dapur.

“Kami ingin memastikan sejauh mana tata kelola dapur ini berjalan. Secara alur sudah cukup baik, tapi kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan hasil laboratorium sebelum ada keputusan pembukaan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listrianni, menegaskan bahwa dapur SPPG belum dapat beroperasi sampai ada hasil resmi dari pihak berwenang.

“Secara umum sudah memenuhi standar, tapi masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi, terutama sertifikasi higienis dan keamanan pangan,” katanya.

Kepala SPPG Yayasan Tahfidz Miftah Firdausy, Ikhsan Rafi Fauzi, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan agar kejadian serupa tak terulang.

“Kami akan memperketat SOP dalam setiap tahap pengolahan makanan. Sebelum beroperasi kembali, semua sertifikasi dan hasil pemeriksaan dari kepolisian akan kami pastikan lengkap,” tegasnya.

DPRD juga mendorong Pemkot Banjarmasin untuk ikut melakukan evaluasi terhadap sistem kerja SPPG, termasuk jumlah sekolah yang ditangani dan jam operasional dapur.

Sebagai informasi, SPPG Miftah Firdausy melayani delapan sekolah — empat SD dan empat SMP — dengan total lebih dari 3.300 siswa setiap hari. Keputusan pembukaan kembali dapur akan diambil setelah hasil laboratorium resmi keluar dan dinyatakan aman.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad