WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax terjadi di SPBU Jalan KH Mansyur, Angsau, Pelaihari, yang diduga kuat sebagai imbas dari isu viral Pertalite bercampur etanol. Pelaihari, Rabu (5/11/2025).
Pantauan di lokasi, antrean panjang pengendara terlihat mengular di SPBU tersebut. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tampak ramai mengantri untuk mendapatkan BBM.
Meskipun Pertamax dilaporkan kosong, antrean untuk BBM jenis Pertalite juga terlihat masih padat dan ramai.
Baca Juga Perkelahian di Jalan Gerilya Banjarmasin, Korban Tergeletak Bersimbah Darah
Safetyman SPBU setempat, Yanuar Pramono, membenarkan kondisi kekosongan Pertamax tersebut. Ia menyebut kelangkaan ini sudah terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Kalau pertamax tadi beberapa hari sudah kosong, sekitar 2 hari ini kosong nya,” ujar Yanuar saat diwawancarai di lokasi.
Yanuar menduga, kelangkaan ini dipicu oleh isu viral yang menyebut Pertalite bercampur dengan etanol sehingga menyebabkan kerusakan mesin.
Hal ini, menurutnya, membuat banyak konsumen beralih dari Pertalite ke Pertamax untuk menghindari risiko.
“Kalau pertamax mungkin isu itu,” singkatnya.
Ia mengungkapkan, sejak isu tersebut merebak, permintaan Pertamax di SPBU-nya melonjak drastis hingga 60 persen sebelum akhirnya stok ludes.
“Pas ada isu ini lebih ramai lagi. Jauh lebih laku pertamax nya melonjak sampai 60%,” ungkap Yanuar.
“Yang bingungnya mobil banyak lari ke pertamax,” tambahnya.
Meski demikian, Yanuar menegaskan bahwa untuk stok Pertalite dan Solar relatif aman dan distribusinya berjalan normal.
