‘Meski demikian, kami akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh rantai distribusi dan kualitas produk yang disalurkan tetap sesuai standar,” ujar Isfahani.
Dia menegaskan, bahwa pengawasan terhadap mutu dan jumlah BBM dilakukan secara rutin dan berlapis, baik di tingkat Terminal BBM maupun SPBU penyalur, sebagai bentuk tanggung jawab Pertamina kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan BBM yang dijual di SPBU tepat mutu dan tepat jumlah bagi seluruh konsumen. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang melaporkan kendala atau pelayanan yang dianggap tidak sesuai melalui Pertamina Contact Center 135, kami berkomitmen dan menaruh atensi serius untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menjelaskan bahwa Pertamina menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan menyeluruh.
Selain itu juga telah memeriksa kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak SPBU, Pertamina juga melakukan pendampingan kepada konsumen yang kendaraannya mengalami kendala.
“Setiap laporan masyarakat menjadi prioritas kami. Selain melakukan pemeriksaan di SPBU, tim juga mendampingi konsumen yang kendaraannya mengalami gangguan untuk dilakukan pemeriksaan di bengkel. Pertamina juga memberikan penggantian biaya bagi konsumen yang telah melakukan perbaikan secara mandiri,” jelas Edi.
Edi menyampaikan Pertamina Patra Niaga membuka saluran pengaduan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau kendala melalui kanal resmi Pertamina Contact Center 135, email [email protected], media sosial @pertamina.135, atau langsung melalui SPBU tempat pembelian terakhir. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







