Tingkatkan Literasi Keuangan Banua, Ketua TP PKK Hj. Fathul Jannah Setor Uang ke Bank Kalsel Disaksikan 3 Cucunya
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel menyelenggarakan Puncak Bulan Inklusi Keuangan di SMP & SMA IT Ukhuwah Banjarmasin.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (31/10/2025).
Mengutip siaran pers Bank Kalsel, Minggu (2/11/2025), acara ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman keuangan sejak usia dini.
Acara diawali dengan transaksi keuangan (setoran) ke kantor kas Bank Kalsel di Yayasan Ukhuwah Banjarmasin oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah bersama 3 cucunya yang melihat langsung proses transaksi tersebut.
Simbol ini, merupakan gerakan sadar literasi dan juga pemahaman pentingnya menabung sejak dini.
Acara di mulai dengan Penyerahan Dukungan Pembukaan 1.000 rekening tabungan simple iB Bank Kalsel dari Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Ketua Yayasan Ukhuwah Banjarmasin, Sirajuddin Habibi, didampingi oleh 10 perwakilan murid sekolah tersebut.
Turut menyaksikan juga Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Kepala Divisi Usaha Syariah & Kepala Divisi Perencanaan & Kinerja serta seluruh Guru Pendamping & siswa-siswi SMP & SMA IT Ukhuwah Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menekankan pentingnya menanamkan budaya menabung dan pengelolaan uang dengan bijak sejak dini.
“Anak-anak harus dibiasakan mengatur uang jajan, menabung dan belajar keuangan secara sehat. Dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda kita akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” ujar Muhidin.
Dilanjutkan dengan Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah yang juga memberikan motivasi kepada para pelajar untuk aktif menabung dan menghindari perilaku konsumtif.
“Kegiatan hari ini mengajarkan kita bahwa tentang bukan hanya soal uang, tapi tentang membentuk karakter disiplin dan kebiasaan baik dalam mengatur keuangan sejak dini. Kami berharap literasi ini menjadi awal pembentukan generasi yang cerdas finansial,” tutur Fathul Jannah.