WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Malaysia berharap bahwa FIFA bersedia mengurangi durasi larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi yang terkena sanksi akibat pemalsuan dokumen.
Seorang pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abdul Karim, mengatakan bahwa larangan setahun akan sangat merusak kondisi fisik dan karier pemain bahkan jika hanya bersifat administratif.
Kasus ini bermula ketika FIFA menyatakan bahwa federasi sepak bola Malaysia Football Association of Malaysia (FAM) menggunakan dokumen yang dipalsukan untuk menyatakan tujuh pemain sebagai eligible memainkan timnas.
Pemain-pemain yang terkena sanksi termasuk Rodrigo Holgado, João Vitor Brandão Figueiredo, dan Jon Irazábal Iraurgui, yang masing-masing dijatuhkan ban satu tahun dan denda oleh FIFA.
FAM telah mengajukan banding kepada FIFA Appeal Committee untuk mengurangi sanksi dengan alasan “kesalahan administratif” dan bukan niat curang.
Namun FIFA menegaskan bahwa pemalsuan dokumen untuk mendapatkan eligibility timnas adalah kecurangan serius yang “tidak bisa ditolerir”.







