WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, mengaku sempat meragukan kelanjutan kariernya di Old Trafford usai musim debut yang berat.
Ia mengatakan pengalaman itu sangat menyakitkan karena serangkaian hasil buruk yang menghantam tim musim lalu.
Amorim mengulas bagaimana MU gagal menjaga konsistensi usai mengorbankan Liga Inggris demi Liga Europa, sehingga menutup musim di peringkat ke-15.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi soal masa depan pelatih muda Portugal itu meski kontraknya masih berlaku hingga 2027.
Pelatih 40 tahun itu mengakui mengalami “masa-masa sulit” dan sempat berpikir mungkin ini bukan takdirnya untuk bertahan di klub sebesar MU.
Namun Amorim menyatakan kini perasaan itu berbalik karena ia yakin tetap berada di posisi yang tepat dan ingin membuktikan dengan kemenangan.
Perbaikan performa MU terlihat setelah tim meraih tiga kemenangan terakhir, yang memberi momentum positif jelang laga berikutnya.
Amorim menegaskan target jangka pendeknya adalah menjaga tren tersebut dengan menang melawan Nottingham Forest pada pertandingan selanjutnya.
Kondisi ini menegaskan dinamika tajam dalam tekanan manajerial di klub besar, di mana hasil cepat kerap mempengaruhi stabilitas kepelatihan.
Publik dan manajemen akan mengamati apakah Amorim mampu mempertahankan momentum dan membalik narasi skeptis musim lalu. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar
