Terus Merosot! Analis Sarankan Investor “Borong Emas Pelan-Pelan”, Momentum Langka!

Nafan juga mencatat, ketegangan geopolitik global yang mulai reda turut memengaruhi arah harga.

“Risiko di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Semenanjung Korea mulai menurun. Ketika ketegangan global mereda, wajar jika permintaan emas sebagai aset lindung nilai ikut melemah,” paparnya.

Secara teknikal, harga emas disebut tengah berada di zona overbought, sehingga wajar bila investor melakukan aksi ambil untung (profit taking). Namun, prospek jangka menengah tetap positif, mengingat ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang.

“Kondisi koreksi ini justru bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, tentu dengan manajemen risiko yang disiplin,” saran Nafan.
Ia menyarankan investor menggunakan strategi averaging down, yaitu membeli emas sedikit demi sedikit saat harga turun agar mendapatkan rata-rata harga yang lebih ideal.

Di sisi lain, Nafan juga menyoroti bahwa tren penjualan bersih asing di pasar modal Indonesia mulai berkurang.

“Investor kembali percaya pada kebijakan fiskal dan moneter Indonesia yang pro-pasar. Dengan penurunan suku bunga BI total 115 basis poin sepanjang 2025, arah kebijakan kini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutupnya optimistis.

Dengan kombinasi koreksi harga emas dan stabilitas ekonomi domestik, investor Indonesia punya peluang emas untuk menata portofolio lebih bijak — asal cermat membaca momentum.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad