WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Hingga saat ini, baru ada 690 dari 13.347 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis atau dapur MBG yang sudah mempunyai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hal ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai Rapat Koordinasi Terbatas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
BACA JUGA: Polisi Sikat Perampas HP Pelajar di Banjarmasin, Pelaku Dibekuk Saat Enak Tidur di Persembunyiannya di HSS
SLHS diperlukan untuk memastikan kebersihan dan pembuatan menu MBG sesuai standar.
Kementerian Kesehatan telah meminta dinas kesehatan untuk mempercepat proses penerbitan SLHS dalam waktu dua minggu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman mengatakan untuk mendapatkan SLHS, SPPG harus mengajukan permohonan ke dinas kesehatan dengan melampirkan persyaratan administrasi, bukti uji laboratorium sesuai baku mutu, lulus inspeksi kesehatan lingkungan, dan sertifikat pelatihan keamanan pangan untuk penjamah pangan.
“Proses ini mengacu pada Permenkes No. 17/2024 dan pedoman NSPK Kemenkes tentang higiene sanitasi,” kata Aji di Jakarta, Selasa (30/9/2025), dikutip Rabu (29/10/2025) dari berbagai sumber.
Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyebut seluruh SPPG ditargetkan mempunyai SLHS dalam waktu sebulan.
“Diharapkan semua SPPG-nya ini sudah mendapatkan SLHS,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (2/10/2025). (wartabanjar.com/berbagai sumber)







