Acha mengatakan, keputusan itu diambil dengan banyak pertimbangan, terutama menyangkut kehidupan anak mereka.
Ia mengatakan putrinya bersekolah di Australia.
Sebelum berpisah, mereka sudah menetap di sana 10 tahun.
“Memang sense of home, rumah itu memang di sana. Karena pertama kali berumah tangga, pertama kali punya rumah, tempat pulang itu memang di Australia,” ucapnya.
Acha mengaku tidak memiliki keinginan untuk berpindah-pindah.
BACA JUGA: TURUN RP 1 JUTA! Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2026 Rp 884 Juta Jemaah Bayar Rp 549 Juta
Ia justru ingin mempertahankan status permanent resident di Australia sekaligus mendukung pendidikan anaknya hingga jenjang sekolah menengah.
“Jadi memang enggak ada rencana buat gimana-gimana sih. Justru malah ingin mempertahankan permanent resident-nya juga. Dan juga Bridgia memang sudah sekolah di sana. Aku punya strategi supaya dia bisa sekolah sampai high school di sana. Karena sudah beli rumah di daerah yang high school-nya bagus,” ungkapnya.
“Rasanya malah accomplished sekarang karena cita-citaku tercapai, terus juga anak happy karena enggak pisah dari teman-temannya. Itu aja sih, sebagai orang tua, bentuk support-nya sama anak,” tutupnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu






