Ia juga menambahkan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi salah satu fokus utama dalam lomba ini.
“Kita ingin para tukang juga memahami aturan-aturan yang berlaku dalam kegiatan konstruksi, termasuk soal keselamatan kerja dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Salah satu keterampilan teknis yakni pembangunan miniatur rumah lengkap dengan struktur dasar seperti dinding, atap, instalasi listrik, dan sistem pembuangan air.
“Kalau rumah full bisa sampai satu bulan lebih pengerjaannya, jadi untuk lomba ini kita buat versi mini, tapi tetap lengkap sebagai percontohan,” ujar Yasin.
Meski baru diikuti empat daerah, Yasin berharap ke depan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat berpartisipasi.
“Tahun ini sebenarnya rencananya ada 13 kabupaten/kota, namun karena waktu dan anggaran yang terbatas, hanya empat yang bisa ikut. Tahun depan kita harapkan semuanya bisa berpartisipasi,” harapnya.
Para pemenang lomba di tingkat provinsi ini nantinya akan mewakili Kalsel di ajang regional Kalimantan, untuk bersaing dengan tenaga kerja konstruksi terbaik dari provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







