Ada Anak SD di Banjarmasin Kecanduan ‘Ngelem’ Fox

“Kami terus terang tidak bisa menjangkau seluruh wilayah hingga ke pelosok atau dalam pasar. Karena itu, kami bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinsos untuk memberikan edukasi langsung,” tuturnya.

Jika ada anak yang diamankan, biasanya akan dibawa ke rumah singgah untuk mendapatkan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Biasanya kami arahkan ke rumah singgah. Di sana mereka diberi pemahaman bahwa apa yang dilakukan itu berbahaya. Tapi pada akhirnya, semua kembali pada kesadaran masing-masing,” ujarnya.

Ramadhan menegaskan, peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk memutus rantai perilaku berisiko ini.

Pemerintah Kota Banjarmasin, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap orang tua bisa lebih peduli dan aktif mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak mencari pelarian di jalan dan terjerumus ke hal-hal berbahaya seperti ini,” imbaunya.

Ia menutup dengan mengingatkan bahwa penyalahgunaan lem fox sangat berbahaya bagi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Ketergantungan terhadap zat seperti lem fox dapat merusak otak dan paru-paru, serta memperburuk kesehatan secara keseluruhan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)

Editor Restu