“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman untuk dikonsumsi,” tambahnya.
Tahun ini, lomba dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
- Menu makan siang untuk balita dan ibu hamil, dan
- Produk olahan pangan lokal bernilai komersial.
Dewan juri yang menilai kreativitas para peserta terdiri dari Chef Muhammad Ridwan dari Indonesian Chef Association (ICA) Kalimantan Selatan, Zairullah Azhar dari TP PKK Barito Kuala, dan Syamsiah dari Dinas Kesehatan Barito Kuala.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan yang sehat dan seimbang.
“Pangan adalah kebutuhan dasar manusia dan bagian dari hak asasi setiap individu. Pemenuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti pola konsumsi masyarakat yang masih didominasi beras, sementara konsumsi sayur, buah, dan umbi-umbian masih rendah.
“Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan potensi pangan lokal agar gizi terpenuhi dan ketergantungan terhadap satu jenis pangan dapat dikurangi,” tegasnya.
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh semangat. Aneka menu inovatif berbahan dasar pangan lokal tersaji memanjakan mata dan lidah para juri. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, akhirnya Kecamatan Tabukan berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan prestasi gemilang di dua kategori lomba.







