WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih asal Jepang, Masatada Ishii, bereaksi keras setelah pemecatannya sebagai pelatih utama Tim Nasional Thailand oleh Football Association of Thailand (FAT) disampaikan secara mendadak kemarin. Ishii menyebut proses pemutusan kontrak tersebut sebagai tindakan “tidak jujur” karena dilakukan tanpa persetujuannya.
Menurut Ishii, pada pagi hari tanggal 21 Oktober 2025 ia dipanggil untuk evaluasi dua laga Thailand melawan Taiwan. Setelah pertemuan selesai, FAT tiba-tiba menyampaikan bahwa kontraknya dibatalkan hari itu juga, dengan alasan perubahan seluruh jajaran pelatih tim nasional. “Saya tidak sempat berpikir, saya hanya mengatakan ‘kita bicarakan lagi nanti’, dan tak menandatangani apapun. Siang-nya diumumkan saya dipecat,” ungkapnya.
FAT menyatakan bahwa keputusan dibuat berdasarkan evaluasi teknis dan kebutuhan tim nasional, namun kontradiksi pernyataan ini dengan kronologi yang disampaikan Ishii memunculkan pertanyaan publik soal transparansi dan tata kelola internal federasi.
Dengan pemecatannya yang tak terduga, isu-isu seperti kesiapan tim Thailand menghadapi putaran selanjutnya Piala Asia 2027 dan persiapan kualifikasi semakin mendapat sorotan. Publik sepak bola Asia tenggara kini mengamati bagaimana FAT akan menyikapi kritik ini dan mengelola transisi pelatih dalam periode yang krusial. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

