WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Gagal panen cabai akibat cuaca ekstrem membuat sebagian petani di Kota Banjarbaru mulai mengubah pola tanam.

Petani kini beralih ke komoditas yang dinilai lebih tahan terhadap perubahan cuaca, seperti gambas, jagung, dan kacang-kacangan.

Petani cabai di Jalan Caraka Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Pardi, mengatakan cuaca hujan dan panas yang datang silih berganti berdampak besar terhadap tanaman hortikultura, khususnya cabai.

Baca Juga Waspada, Mahasiswa ULM Jadi Korban Begal Payudara dekat Jembatan Barito

Perubahan suhu yang drastis membuat tanaman cabai tidak mampu bertahan. “Kalau kemarau malah bagus hasil panennya. Tapi saat hujan terus lalu langsung panas, asam di bawah naik, cabai tidak tahan,” jelasnya, Selasa (20/1/2026).

Pardi menambahkan, tanaman cabai keriting yang baru ditanam bahkan belum sempat dipanen karena sudah lebih dulu mati akibat kondisi cuaca yang tidak stabil.

“Cabai keriting itu tidak kuat kedinginan, jadi matian semua. Bukan di kebun saya saja, tapi hampir semua,” katanya.

Selain cabai, sejumlah tanaman hortikultura lain seperti terong dan timun juga mengalami nasib serupa.

Namun, beberapa jenis tanaman dinilai lebih mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Terong juga banyak yang mati. Yang lebih tahan itu gambas, timun, dan kacang,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Sedio. Ia mengaku mulai mempertimbangkan mengganti komoditas tanamannya agar kerugian tidak terus berulang.

“Kalau kondisi cuaca seperti ini, mau tidak mau harus cari tanaman yang lebih kuat,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu