Menariknya, pencak silat awalnya tidak termasuk dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan di AYG 2025 maupun Islamic Solidarity Games 2025 di Riyadh. Namun berkat dorongan Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), cabang khas Indonesia itu akhirnya resmi dipertandingkan di Bahrain.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi pencapaian para pesilat muda Indonesia. “Ini bukti bahwa pencak silat terus menjadi kebanggaan dan identitas bangsa di ajang internasional,” ujarnya.
Kontingen Indonesia sendiri menurunkan 123 atlet dan 51 ofisial di AYG 2025, dengan target mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







