WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Dua wakil Indonesia, Salsabilla Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso, belum berhasil menembus babak final Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Meski tampil percaya diri di hadapan publik sendiri, keduanya belum mampu meraih skor cukup tinggi untuk bersaing di posisi delapan besar.
Dalam ajang yang mempertemukan 52 negara peserta itu, Salsabilla turun di nomor all-around dan peralatan palang bertingkat, sementara Alarice tampil di nomor balance beam. Keduanya memperlihatkan stabilitas gerakan meski sempat melakukan koreksi kecil di akhir rangkaian. Dari hasil penilaian juri, skor mereka terpaut sekitar 1,2 poin dari batas minimal lolos ke babak final.
Pelatih tim putri, Eva Butar-Butar, menilai bahwa performa anak didiknya sudah cukup baik, terutama dalam hal konsistensi dan fokus selama bertanding. “Target kami bukan medali, melainkan pengalaman kompetitif di level dunia. Ini jadi tolok ukur penting untuk pembinaan ke depan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kesempatan tampil di ajang sekelas dunia memberikan banyak pelajaran, mulai dari tekanan panggung hingga adaptasi dengan standar internasional.
Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) juga menyebut hasil ini sebagai pijakan awal menuju peningkatan prestasi. Mereka berencana menyiapkan program pemusatan latihan jangka panjang menuju SEA Games 2025 di Thailand, sekaligus mengevaluasi teknik dan ketahanan fisik atlet. “Mereka sudah berada di jalur yang benar. Kami akan bantu dari sisi fasilitas dan pelatih asing untuk meningkatkan level eksekusi gerakan,” ungkap salah satu pengurus FGI.







