“Anak-anak sindrom juga punya kelebihan dan banyak yang sudah berprestasi hingga kuliah. Ini membuktikan mereka mampu,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua PIK Potads Kalimantan Selatan, Sigit Bayu Adi, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi para orang tua dan masyarakat untuk menunjukkan dukungan nyata kepada anak-anak dengan sindrom Down.
“Dukungan itu tidak boleh berhenti. Apa pun bentuknya, sekecil apa pun, akan berdampak luar biasa pada tumbuh kembang anak-anak kami,” ujarnya.
Selain penampilan seni, acara juga diisi dengan lelang kain sasirangan hasil karya anak-anak sindrom, yang sebelumnya mendapat pelatihan membatik di KPKNL Banjarmasin, didukung oleh Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah.
“Lelang ini bukan sekadar simbol. Ini bukti bahwa anak-anak kami bisa berkarya dan produktif jika diberi kesempatan,” jelas Sigit.
Ia juga berharap pemerintah terus memperkuat dukungan dari sisi kesehatan, pendidikan, dan sosial.
“Kami berharap lebih banyak sekolah inklusi dibuka karena sekolah luar biasa jumlahnya terbatas,” harap Sigit.
“Selain itu, terapi bagi anak-anak kami jangan dibatasi usia oleh BPJS, karena mereka membutuhkan pendampingan seumur hidup,” tandasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







