20 Tahun Tanpa Listrik, Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu Serap Aspirasi Warga Sepunggur

Ia menilai, mangrove Sepunggur memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata unggulan Tanah Bumbu. Ekosistemnya masih alami, dan jika dikelola dengan bijak, bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga pesisir.

Kepala Desa Sampurna pun mengamini pandangan itu. Ia menyebut, desanya telah memiliki rencana awal membangun jalur tracking mangrove dan area kuliner khas pesisir.

“Kami ingin mengenalkan ikan bakar, kepiting, dan udang segar sebagai daya tarik wisata. Kehadiran Pak Hasanuddin memberi semangat baru bagi kami untuk bergerak,” tutur Sampurna.

Dukungan itu disambut antusias warga. Mereka percaya, jika listrik masuk dan wisata mangrove dikembangkan, Sepunggur tidak lagi hanya dikenal sebagai desa pesisir terpencil, melainkan menjadi desa mandiri yang mampu menghidupi warganya.

Bagi warga Sepunggur, kunjungan Hasanuddin bukan sekadar agenda politik. Mereka melihatnya sebagai bentuk nyata kepedulian seorang wakil rakyat yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, tidak hanya berbicara di ruang rapat, tetapi menjejak langsung ke tanah tempat rakyat hidup dan berharap.

Hasanuddin menutup kunjungan dengan pesan penuh makna. Ia ingin Sepunggur keluar dari kegelapan, bukan hanya secara harfiah, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.

“Desa ini punya cahaya sendiri, tinggal bagaimana kita bersama menyalakannya,” ujarnya sebelum berpamitan.

Ia berharap, Desa Sepunggur segera keluar dari kegelapan dan tumbuh sebagai desa wisata pesisir berdaya saing, yang memadukan kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian alam. (Wartabanjar.com/Haidar)

Editor Restu