“Mudahan nanti ada kelanjutan dari pelatihan ini, baik permodalan maupun pemasarannya,” kata Tatak.
Senada, Camat Upau, Agustian juga mendukung dan mendorong kepada peserta yang dilatih agar bersungguh -sungguh memperhatikan pelajaran dari para instruktur agar nantinya dapat segera dipraktekkan guna menambah penghasilan keluarga.
“Ke depannya ibu-ibu tak perlu kuatir, kalau nanti sudah bisa memproduksi, kita siapkan stand UMKM pada pelaksanaan MTQ bulan November nanti, silahkan hasil karya ibu-ibu dipajang di sana, selain itu bisa pula nanti bekerja sama dengan pihak terkait dalam rangka pemasarannya,” ujar Agustian.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Gudang Elpiji di Banjarmasin Selatan Terbakar Hebat Dini Hari, Warga Panik
Ia juga berpesan kepada para peserta meskipun usaha ini hanya sampingan artinya bukan pendapatan utama, namun harus tetap serius mengikuti pelatihan karena hasilnya bisa menambah pemasukan keluarga.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Hadi Ismanto melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Fahmi Saputra, menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan program visi misi Tabalong Smart dalam menciptakan 15 ribu tenaga terampil.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Sumiati karena melalui usulan pokirnya bimtek ini bisa terlaksana,” katanya.
Ditambahkannya, Disnaker hanya bisa memfasilitasi pelatihan tersebut dan berharap nantinya dengan bekal keterampilan dapat membuka lapangan kerja. (wartabanjar.com/HRD)
Editor: Yayu







