“Beliau juga menerima laporan mengenai proyek waste to energy, program pengelolaan sampah nasional yang akan dibangun di 34 kota besar, masing-masing dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari,” kata Pras.
Mendikti Brian Yuliarto turut menyampaikan laporan penting tentang penguatan SDM berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Langkah ini, menurutnya, menjadi pondasi utama menuju era hilirisasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia.
“Bapak Presiden menugaskan Mendikti untuk mempercepat pembentukan talenta nasional di bidang perkebunan, kelautan, dan industri strategis,” ungkap Pras.
Rapat ini digelar hanya beberapa jam setelah Prabowo pulang dari Mesir, usai menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh. Dalam forum tersebut, Prabowo menjadi saksi langsung penandatanganan dokumen perdamaian Gaza oleh Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki — disaksikan pula oleh sejumlah pemimpin dunia.
Bahkan, mantan Presiden AS Donald Trump secara resmi menandatangani dokumen gencatan senjata, menyebut perjanjian itu “komprehensif dan bersejarah.”
“Dokumen ini menguraikan banyak aturan dan regulasi yang sangat komprehensif,” kata Trump dalam konferensi pers di Mesir.
Langkah cepat Prabowo menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif, tegas, dan tanpa jeda — menandakan bahwa baik perdamaian dunia maupun kejayaan bangsa tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad






