BGN Bantah SPPG Tungkaran Masih Buka Usai Kasus Keracunan Massal MBG di Kalsel

WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Setelah heboh kasus keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan belum lama ini, beredar kabar bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tungkaran yang melayani MBG tersebut kembali dibuka.

Kabar ini kemudian dibantah oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabar kembali beroperasinya dapur MBG tersebut viral di media sosial.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati dalam keterangan tertulisnya pada Senin (13/10/2025) mengatakan bahwa dapur SPPG Banjar atau Tungkaran tersebut sudah berhenti beroperasi sejak 10 Oktober 2025 lalu.

“Dan sampai hari ini belum ada aktivitas distribusi MBG dari lokasi tersebut,” ujarnya dikutip Selasa (14/10/2025) dari berbagai sumber.

Hida menjelaskan video viral tersebut sebenarnya menampilkan kegiatan dari SPPG Mutiara, Kota Banjar, Jawa Barat, yang kebetulan memiliki nama hampir serupa dengan dapur SPPG Banjar, Martapura, tepatnya di Desa Tungkaran, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kesamaan nama inilah yang kemudian memicu kesalahpahaman publik.

“SPPG Mutiara yang berlokasi di Kota Banjar, Jawa Barat, tidak memiliki hubungan operasional dengan SPPG Banjar di Desa Tungkaran, Martapura, Kalimantan Selatan. Jadi, informasi bahwa dapur Martapura masih beroperasi dan mendistribusikan makanan adalah tidak benar,” tegas Hida.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa BGN terus melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap insiden di Martapura bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa program nasional MBG tetap berjalan, dengan pengalihan sementara distribusi dari dapur lain yang telah memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami memastikan setiap dapur MBG beroperasi sesuai standar higienitas dan kelayakan. Evaluasi yang dilakukan saat ini bertujuan agar kejadian di Martapura tidak terulang dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tutup Hida.

BGN menutup 40 SPPG buntut maraknya kasus keracunan usai menyantap menu MBG.