Menurut Marzuki, sampah adalah masalah yang bersifat harian, tidak bisa menunggu.
“Sampah itu tidak mengenal hari libur. Karena sifatnya terus ada setiap hari, mestinya pelayanan TPA juga berjalan terus,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kondisi TPA Basirih yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.
Pihaknya belum bisa memanfaatkan lokasi tersebut karena masih menunggu rekomendasi dari kementerian.
“TPA Basirih sedang kami perbaiki, tetapi tidak bisa langsung dipakai. Harus ada persetujuan dan penilaian teknis dari kementerian, apakah sudah layak dibuka kembali atau belum,” katanya.
Meski begitu, DLH Banjarmasin memastikan tidak tinggal diam menghadapi situasi ini.
Upaya pengurangan volume sampah di TPS tetap dilakukan melalui berbagai cara.
BACA JUGA: Tim Pyton Kotabaru Ciduk “Pengedar Kakap Sabu” dengan 64 Paket Siap Edar & Uang Rp22 Juta
“Kami tetap berupaya, tidak berdiam diri. Langkah-langkahnya bertahap. Kami juga mendorong warga untuk memilah sampah dari rumah agar beban TPS tidak terlalu berat,” ungkap Marzuki.
Ia pun meminta masyarakat agar memahami kondisi ini dan tidak langsung menyalahkan petugas lapangan.
“Kalau ada tumpukan di TPS, bukan karena petugas tidak mengangkut, tetapi karena tempat pembuangan akhirnya yang libur. Jadi, mohon pengertiannya,” tutup Marzuki. (Ramadan/wartabanjar.com)
Editor: Yayu







