WARTABANJAR.COM, BALANGAN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Balangan, rupanya saat ini tengah mengusut atau menelisik dugaan korupsi pembangunan Masjid Raudathul Jannah, Kabupaten Balangan.

Pengusutan dilakukan terkait dengan adanya dugaan penyelewengan pada kegiatan pembangunan yang terletak di Paringin Timur ini, khususnya pada tahun anggaran 2024.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kalsel, Yuni Priyono SH MH pun membenarkan bahwa pihaknya sedang menelisik terkait dugaan korupsi pada pembangunan Masjid Raudathul Jannah tersebut.

Dibeberkannya bahwa proses ini dilakukan terkait dengan adanya laporan dari masyarakat, bahwa diduga terjadi dugaan korupsi pada proses pembangunan masjid tersebut.

"Beberapa waktu lalu ada laporan masuk, dan sudah ditindaklanjuti," katanya.

Dibeberkannya bahwa berdasarkan laporan yang masuk, dugaan penyelewengan berupa adanya mark up dan anggaran bernilai sekitar Rp 1,2 M dan bersumber dari dana hibah.

Adapun bantuan dana hibah tersebut di peruntukan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Raudhatul Jannah, sebagaimana proposal yang di ajukan oleh pengurus Masjid Raudhatul Jannah kepada Pemkab Balangan.

Namun dalam pelaksanaannya untuk pembelian barang-barang keperluan pembangunan masjid itu justru diduga di mark up oleh pengurus masjid.

Jika dilihat dari material fisik yang digunakan atas kubah yang dibeli dan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan lebih dari Rp 1 miliar tersebut.

Misalnya pembelian kubah utama dengan 3 kubah lainnya kualitas tidak sesuai dengan harga. Pembelian kubah utama sebesar Rp 350 juta dan 3 buah kubah lainnya Rp 200 juta dengan total keseluruhan Rp 550 juta.

Kemudian pemasangan atap dan taso masjid tidak sesuai dengan laporan yang dibuat.

Lalu adanya pemindahan dana dari rekening mesjid ke rekening pribadi. Serta adanya perbedaan atas laporan keuangan mesjid yang disampaikan ke kelurahan dan bidang kesra pemerintah daerah Kabupaten Balangan.

Kejari Balangan pun diketahui sudah dua kali turun kelapangan untuk melakukan pengecekan fisik dan terakhir bersama konsultan untuk menghitung jumlah kerugian.(Wartabanjar.com/Frans)

Editor Restu