“Pada akhirnya, keputusan tetap ada di tangan wasit, jadi kami harus menerimanya, Anda tahu,” jelas bek yang bermain untuk Sassuolo di Serie A tersebut.
Bahkan di akhir pertandingan, sang wasit pun tidak bersikap koorpeatif menyambut pemain Timnas Indonesia.
“Namun ketika saya melihat di akhir pertandingan, saya ingin menjabat tangan wasit dan mereka menolak. Maksud saya, saya selalu berusaha bersikap hormat, saya ada di lapangan, saya memastikan semua pemain menjauh dari wasit,” ungkap Idzes.
“Saya mencoba berbicara dengan sopan kepada para wasit. Dan meskipun mereka membuat beberapa keputusan yang tidak menguntungkan bagi kami, kami tetap harus bersikap hormat.”
Mengenai kaga Timnas Indonesia vs Irak, Idzes mengatakan seluruh pemain menjadi emosional, karena tujuan untuk menang
“Memang sulit dalam pertandingan ini, karena taruhannya sangat besar dan semua orang menjadi emosional karena keinginan untuk menang,” jelas Idzes.
“Namun, saya ingin menyampaikan rasa bangga saya terhadap tim ini. Ketika melawan Arab Saudi, kami tidak menunjukkan performa terbaik kami.”
“Meskipun kami tampil bagus sebagian besar waktu, kami tidak berhasil mengubahnya menjadi hasil yang positif.” (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu







