Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari, menjelaskan kolam ini dirancang untuk menampung aliran dari drainase pemukiman dan kemudian mengalirkannya secara bertahap ke Sungai Kemuning, yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Pembangunannya memakan waktu sekitar 4,5 bulan, dan sekarang sudah bisa difungsikan. Ini bagian dari strategi jangka panjang kami untuk mereduksi banjir, terutama di wilayah Loktabat Utara,” jelasnya.
Eka juga menyebutkan kolam retensi ini merupakan bagian dari sistem besar pengendalian banjir di Banjarbaru. “Kami sudah memiliki delapan kolam retensi sebagai aset pengendali banjir. Setiap kolam punya fungsi strategis sesuai dengan karakteristik wilayahnya,” sambungnya.
Untuk memastikan keberlanjutan fungsi kolam, Pemko Banjarbaru menyerahkan pengelolaan lanjutan kepada kecamatan dan kelurahan setempat, dengan harapan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi kolam juga meningkat.
“Seringkali permasalahan muncul bukan dari sistemnya, tapi dari sampah yang menyumbat drainase. Maka kami harap warga ikut menjaga dan memelihara fasilitas ini bersama-sama,” pesannya. (wartabanjar.com/Ikhsan)
Editor Restu







