DEMI WUJUDKAN HUNIAN LAYAK! Adrizal Kawal Program Rehabilitasi Rumah Korban Bencana di Tanbu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Harapan baru hadir bagi warga terdampak bencana di Tanah Bumbu (Tanbu). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menguatkan komitmen dalam mewujudkan hunian layak dan bermartabat melalui program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (BRTLH).
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi Gubernur Kalsel H. Muhidin di bidang perumahan dan permukiman, Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Adrizal, menghadiri langsung kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Rumah bagi Korban Bencana, yang digelar di Rumah Singgah Batulicin Irigasi, Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (9/10/2025) pagi.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalsel ini menghadirkan Kepala Bidang Perumahan, Isma Agrianti, sebagai narasumber utama. Tujuannya: meningkatkan pemahaman masyarakat agar pelaksanaan bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan tanpa potongan sedikit pun.
Dalam sambutannya, Adrizal menegaskan bahwa program BRTLH merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam maupun kondisi ekonomi sulit.
BACA JUGA: DUGAAN BOCORNYA Soal di MTQMN 2025 ULM, Rektor: “Saya Yakin Dewan Hakim Amanah!”
“Program ini sangat membantu masyarakat. Tidak ada pungutan biaya, tidak ada potongan apa pun. Semua bantuan diterima utuh oleh warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran program BRTLH membuktikan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Gubernur Segera Terbitkan SK Penerima
Tahun 2025, sebanyak 18 rumah di Kabupaten Tanah Bumbu telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program BRTLH. Seusai sosialisasi, Adrizal bersama jajaran Dinas Perkim meninjau langsung dua rumah warga yang tengah dibangun, yakni milik Ibu Juriyah SP dan Ibu Rumiati SP 1 di Desa Batulicin Irigasi.
“Setelah sosialisasi rampung, Gubernur Kalsel akan menerbitkan Surat Keputusan penerima bantuan. Setiap penerima akan didampingi konsultan teknis dari Dinas Perkim hingga pembangunan selesai,” jelas Adrizal.