Sebagai langkah tanggap cepat, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan insiden ini. Satgas tersebut akan berkoordinasi langsung dengan yayasan penyelenggara dan pihak terkait program MBG.
“Kami akan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan ke depan benar-benar mengikuti SOP dan Juknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama,” kata Saidi menegaskan.
Data sementara mencatat sekitar 78 korban kini tengah mendapatkan perawatan di RSUD Ratu Zalecha, sejumlah puskesmas, serta beberapa rumah sakit di Banjarbaru.
Meski insiden ini menjadi pukulan bagi pelaksanaan program MBG, Saidi menegaskan bahwa inisiatif penyediaan makanan bergizi untuk masyarakat tidak akan dihentikan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kecil. Kami akan pastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Pemerintah akan hadir untuk menjamin keamanan dan mutu setiap makanan yang disajikan,” pungkasnya.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







