WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Di balik geger kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar, tersimpan kisah pilu para siswa yang menjadi korban.
Salah satunya adalah Nurwida Raihana, siswi kelas 7 MTs Assalam Martapura, yang kini tengah berjuang memulihkan kesehatannya setelah mengalami gejala keracunan.
Meski masih tampak lemah, Nurwida tetap berusaha tersenyum saat ditemui awak media. Ia mengaku kondisinya mulai membaik, namun masih merasakan mual dan sedikit pusing.
“Masih mual dan pusing sedikit, tapi kalau makan sudah bisa. Jadi saya tetap sekolah saja, di rumah juga tidak ada kegiatan,” ungkapnya dengan suara lirih.
Nurwida mengingat betul menu yang disantapnya pagi itu — nasi kuning, ayam suwir, tempe goreng, dan sayur acar berisi potongan wortel. Tidak ada hal mencurigakan dari tampilan maupun aroma makanan tersebut.
“Waktu saya buka wadahnya, makanannya masih enak, tidak bau amis atau basi,” kenangnya.
Namun beberapa jam setelah makan, sekitar pukul 3 sore, Nurwida mulai merasakan mual hebat dan sakit perut. Kondisinya memburuk menjelang malam hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.
“Sekitar habis maghrib saya dibawa ke RS, karena sudah gak tahan mual dan perut sakit banget,” katanya.
Hingga kini, Nurwida masih menjalani pemantauan rutin oleh Dinas Kesehatan Provinsi, bersama puluhan siswa lain yang juga menjadi korban. Mereka mendapat pemeriksaan berkala dan obat-obatan untuk membantu proses pemulihan.
