WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, siap kembali ke lapangan untuk mempertahankan gelar Wuhan Open di China setelah menikmati masa libur di Yunani pasca kemenangan keduanya secara beruntun di US Open.
Sabalenka sempat absen dari China Open di Beijing, turnamen WTA 1000 pertama dari rangkaian tur Asia, demi memulihkan diri dari cedera ringan yang dideritanya saat tampil di New York. Kini, ia mengaku dalam kondisi prima dan siap bersaing.
“Saya merasa baik. Saya hanya tidak ingin terburu-buru mempersiapkan diri untuk turnamen ini. Kami mengambil keputusan tepat untuk memberi waktu lebih banyak pada pemulihan dan persiapan. Secara fisik, saya siap bertanding,” ujar Sabalenka dalam konferensi pers pra-turnamen, Selasa (7/10), dikutip dari laman WTA.
Dominasi Sabalenka di Wuhan tak perlu diragukan. Ia telah tiga kali keluar sebagai juara, yakni pada 2018, 2019, dan 2024, termasuk mencatatkan 17 kemenangan beruntun di turnamen tersebut. Dalam dua partisipasi terakhirnya, ia sukses mengalahkan petenis top seperti Coco Gauff dan Zheng Qinwen, yang kemudian tampil di final WTA Finals di Riyadh.
Pencapaian itu menempatkannya dalam jalur sejarah. Hanya tiga petenis dalam tiga dekade terakhir yang mampu memenangkan satu turnamen WTA empat kali berturut-turut: Monica Seles (Canadian Open 1995-1998), Venus Williams (New Haven 1999-2002), dan Caroline Wozniacki (New Haven 2008-2011). Sabalenka kini berpeluang menjadi yang keempat.
“Apakah saya yakin bisa menang untuk keempat kalinya? Saya tidak tahu pasti, tapi saya bisa pastikan akan memberikan yang terbaik. Semoga saya bisa membawa pulang gelar indah ini lagi,” ujarnya penuh semangat.

