“Perusahaan itu baru mulai beroperasi pada Juli 2024, atau lebih dari setahun setelah kasus ADCL mencuat,” jelasnya.
Abdul Hadi menegaskan bahwa tudingan tersebut sangat tidak berdasar dan telah menyesatkan opini publik.
“Fakta ini membuktikan tuduhan LSM itu keliru total. Kami siap diaudit kapan pun, karena seluruh penyertaan modal pemerintah daerah melalui P.T. ADCL sudah sesuai mekanisme dan diawasi secara ketat,” tandasnya. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor: Yayu







