“Selain bikin jalan sempit, baunya juga luar biasa. Plastik beterbangan sampai menutup saluran air, dan itu bikin banjir waktu hujan deras,” tambahnya.
Warga sekitar mengaku semakin resah. Selain bau busuk yang menyengat, risiko banjir dan gangguan kesehatan menjadi ancaman nyata.
Deny berharap Pemerintah Kota Banjarbaru segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, solusi terbaik adalah memperluas kapasitas TPS atau menyediakan lokasi pembuangan alternatif agar penumpukan tidak terus terjadi.
“Kami ingin lingkungan bersih dan sehat lagi. TPS ini sudah tidak representatif. Kalau tidak segera diatasi, masalah ini bisa meluas ke wilayah lain,” tegasnya.
Kondisi TPS Jalan Purnama menjadi cermin bahwa pengelolaan sampah perkotaan perlu perhatian serius, terutama saat fasilitas pembuangan lain ditutup tanpa solusi pengganti yang memadai.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







