WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) tancap gas mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Melalui agenda monitoring dan evaluasi (monev) yang digelar di Banjarbaru, Selasa (30/9/2025), Pemkab menyoroti kinerja sejumlah sektor retribusi yang dianggap masih perlu dimaksimalkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tala, Andres Evony, menegaskan bahwa forum ini melibatkan seluruh perangkat daerah pengelola retribusi, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT). Evaluasi ini tidak hanya menilai capaian hingga triwulan III, tetapi juga menyusun strategi percepatan agar target PAD tahun berjalan bisa tercapai.

“Kami ingin setiap perangkat daerah lebih memahami kendala masing-masing dan mencari solusi bersama. Harapannya, capaian PAD 2025 bisa maksimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Bupati Tekankan Pentingnya PAD

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, melalui sambutan resmi yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Iwan Persada, menegaskan peran krusial PAD sebagai fondasi kemandirian fiskal daerah.

“PAD adalah tulang punggung pembiayaan pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Capaian hingga triwulan ketiga cukup baik, namun masih ada sektor retribusi yang wajib kita dorong lebih optimal,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BPPRD Kota Banjarbaru serta diikuti jajaran SKPD dan pengelola retribusi.

Forum evaluasi tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antar-SKPD dan BLUD serta percepatan adopsi digitalisasi sistem informasi. Dengan sistem terintegrasi, proses pemungutan retribusi diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan, sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan.

Pemkab Tanah Laut optimistis, strategi baru ini mampu mendongkrak kontribusi sektor retribusi pada PAD dan menjadi modal penting untuk menggerakkan pembangunan daerah hingga akhir 2025.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur muhammad