Meski begitu, Husni tak menampik karhutla masih muncul di wilayah sekitar, seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Namun skalanya kecil sehingga tidak berdampak kabut asap ke Banjarmasin.
Sebagai perbandingan, pada 2023 lalu Banjarmasin sempat mengalami 41 titik kebakaran lahan, sebagian besar berada di kawasan perbatasan.
“Meski tergolong kecil, jumlah tersebut terhitung cukup tinggi dan membutuhkan kesiapsiagaan personel di lapangan,” ungkap Husni.
Tak hanya karhutla, bencana lain juga sempat menghantam Banjarmasin di 2023, terutama angin puting beliung.
BPBD mencatat ada 38 rumah warga rusak, beberapa roboh, serta puluhan pohon tumbang yang harus dievakuasi setiap harinya.
“Alhamdulillah, dua tahun terakhir jauh lebih aman dibanding 2023. Meski begitu, personel kami tetap siaga menghadapi segala potensi bencana,” pungkas Husni. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







