Tak hanya itu, Starbucks juga akan memangkas jumlah tenaga kerja di tim pendukung dan membatalkan sejumlah posisi yang sebelumnya masih terbuka.
Catatan menunjukkan, Februari 2025 lalu, Starbucks juga telah melakukan PHK massal terhadap 1.100 karyawan. Kini, gelombang baru pemangkasan tenaga kerja membuat nasib ribuan karyawan semakin terancam.
Niccol menegaskan tujuan restrukturisasi ini untuk menciptakan perusahaan yang lebih efisien, akuntabel, serta mampu bergerak lebih gesit. “Kami menyederhanakan struktur dengan menghilangkan duplikasi dan menciptakan tim yang lebih kecil, tapi lebih kuat,” ujarnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







