WARTABANJAR.COM, AMERIKA UTARA – Raksasa kopi dunia Starbucks kembali bikin heboh! Perusahaan asal Amerika Serikat itu resmi mengumumkan rencana menutup sejumlah kedai kopi berkinerja buruk di Amerika Utara sekaligus melakukan PHK massal terhadap sekitar 900 karyawan.
Langkah drastis ini merupakan bagian dari program restrukturisasi besar-besaran senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 16,8 triliun (kurs Rp 16.800/US$). Starbucks mengklaim langkah tersebut perlu diambil demi mengembalikan tren pertumbuhan penjualan dan laba yang belakangan menurun.
CEO Starbucks, Brian Niccol, dalam surat resminya kepada karyawan menyebutkan bahwa perusahaan akan kembali ke ekosistem kedai kopi klasik. Beberapa langkah strategis yang akan dihadirkan antara lain penggunaan cangkir keramik, menghadirkan ruang kedai yang lebih nyaman, hingga memangkas waktu tunggu pelanggan.
“Selama peninjauan, kami menemukan ada gerai yang gagal memenuhi ekspektasi pelanggan maupun kinerja finansial. Gerai-gerai tersebut akan ditutup permanen,” tegas Niccol, Kamis (25/9/2025).







