Komisi IX DPR RI Tinjau BLK Kalsel : Harus Lahirkan Tenaga Kerja Baru

“Jangan sampai mereka sudah dilatih tapi skillnya tak lagi sesuai kebutuhan industri karena alatnya sudah ketinggalan zaman,” tambahnya.

Wafiroh juga menyoroti pentingnya sinergi antara BLK dengan sektor industri. Ia mengingatkan agar proses pelatihan, magang, hingga penyerapan tenaga kerja tidak terputus dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Jangan sampai yang dilatih, yang magang, dan yang diterima itu orang yang berbeda. Ini harus kita tata bersama,” tandasnya.

Selain itu, Wafiroh juga menekankan BLK harus mulai menyediakan pelatihan yang terjangkau dan ramah disabilitas, serta mengubah mindset pengelola agar inklusi tidak hanya sebatas fasilitas fisik.

“Aksesibilitas itu bukan hanya soal ada atau tidaknya fasilitas, tapi bagaimana pola pikir pengelola menyikapi kelompok disabilitas sebagai bagian dari potensi tenaga kerja,” tutup politisi PKB tersebut. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu