Kepala Dinas Kesehatan HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi, menegaskan pentingnya edukasi bahaya rokok sejak usia sekolah.
“Pembentukan generasi muda yang sehat tanpa rokok bukan hanya menurunkan risiko penyakit tidak menular, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk menekan angka stunting,” jelasnya.
Program Dedikasi PTM BAIK sendiri tidak hanya mencakup skrining merokok pada usia 10–21 tahun, tetapi juga deteksi dini kanker serviks, kanker payudara, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, hingga pemeriksaan indera.
Kegiatan di MAN 1 HST ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian.
Diharapkan langkah promotif dan preventif ini dapat menjadi benteng awal bagi generasi muda HST untuk tumbuh lebih sehat dan produktif di masa depan. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







