WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Media sosial Samsung ramai digeruduk warganet terkait beredarnya kabar bahwa gawai produk perusahaan tersebut dipasangi fitur pelacak dan pengintai Cloud buatan Zionis Israel sehingga membuat resah karena diduga melanggar privasi pengguna.

Hal itu terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya memasang fitur tersebut di banyak merek ponsel.

Ia mengatakan jika Anda memiliki ponsel, maka Anda sedang memegang bagian kecil dari Israel, seakan mengisyaratkan bahwa ada pengawasan dan pengontrolan Zionis Israel di gawai-gawai yang kita miliki sekarang.

BACA JUGA: Polres HST Beberkan Alasan Pelaku Banting Bayi Hingga Tewas di Barabai

Hal ini kemudian membuat banyak warganet dari berbagai belahan dunia geram, apalagi kemudian diduga kuat pengawasan itu juga terkait dengan genosida dan penjajahan Israel di Palestina.

Diduga fitur Cloud tersebut dipasang di gawai untuk mengontrol privasi dan aktifitas penggunanya agar tetap sesuai dengan keinginan Zionis dan meredam protes terhadap genosida.

Mengutip Instagram Samsung, Kamis (25/9/2025), sejumlah warganet mengutarakan protes mereka kepada perusahaan asal Korea Selatan itu, dengan mengetikkan tanda pagar #boycottsamsung.

"We need answers on Appcloud data tracking? #boycottsamsung," ujar isl***.

"BOYCOTTING FOR SURE FOR SELLING OUR DATA OUT!" ujar mim***.

"Make a statement about the appcloud. What you're doing is unethical," sebut hid***.

Tak hanya Samsung, mengutip sumber lain, selain Samsung, mereka gawai lainnya yang juga menjadi sasaran adalah Apple dengan produknya, iPhone.

Di Tokyo, Jepang, pada 19 September 2025 lalu, sejumlah pengunjuk rasa menggelar demonstrasi di sebuah toko di acara peluncuran iPhone 17 sebagai bagian dari kampanye Cook is Cooked Global Campaign.

Para demonstran menuntut pertanggungjawaban Apple terkait keterlibatan mereka di kekerasan HAM dan memaksa anak-anak menjadi buruh di tambang kobalt dan koltan di Kongo serta kelanjutan kerja sama bisnis dengan Israel dalam genosida di Palestina.

Mereka menyerukan boikot Apple dan membeli produk yang diperbarui saja. (wartabanjar.com/yayu)

Editor: Yayu