WARTABANJAR.COM, TAIPEI – Bencana besar melanda Taiwan timur setelah Topan super Ragasa mengguyur wilayah pegunungan Hualien dengan hujan ekstrem. Sebuah danau penghalang (barrier lake) yang terbentuk akibat longsor tak mampu menahan debit air, lalu jebol dan memicu banjir bandang dahsyat yang menghantam permukiman warga di Guangfu.

Akibat terjangan air bah, sedikitnya 2 orang tewas, sekitar 30 orang dilaporkan hilang, sementara lebih dari 7.000 warga dievakuasi dari daerah rawan banjir dan longsor, Selasa (23/9).

Awal terjangan: Hujan deras mengguyur pegunungan Hualien saat Topan Ragasa mendarat di Taiwan timur.

Longsor di pegunungan: Material tanah dan batu membentuk bendungan alami, menciptakan barrier lake.

Jebolnya danau penghalang: Air bah meluap, membawa lumpur dan batu besar yang menghantam rumah-rumah.

Dampak langsung: Jalan, jembatan, serta infrastruktur rusak berat; akses transportasi lumpuh total.

Evakuasi massal: Ribuan warga dipindahkan untuk menghindari potensi banjir dan longsor susulan.

Korban jiwa & hilang: 2 meninggal, puluhan hilang.

Kerusakan infrastruktur: Rumah, jalan, dan jembatan banyak yang luluh lantak.

Evakuasi besar-besaran: Lebih dari 7.000 warga berhasil dipindahkan dari zona merah.

Peringatan cuaca: Badan meteorologi Taiwan mengeluarkan peringatan hujan ekstrem lanjutan.

Topan Ragasa sebelumnya menghantam Filipina utara dengan dampak besar dan kini bergerak ke arah Hong Kong serta pesisir selatan Tiongkok. Pemerintah Taiwan terus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir bandang dan longsor susulan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad