Polda Kalsel Tanam Jagung di Gunung Kayangan

Ia menambahkan, keterlibatan polisi dalam program ini sering dipertanyakan, namun memiliki kaitan erat dengan tugas pokok kepolisian modern yang mengedepankan pencegahan.

“Filosofi kegiatan kepolisian dasar bukan hanya masalah keamanan, namun kesejahteraan. Kesejahteraan ini adalah untuk mendapatkan keamanan.

Kepolisian modern ke depan ini adalah kita lebih mengedepankan kepada tindakan yang sifatnya pencegahan, ini adalah tindakan yang kita lakukan untuk mendorong supaya berdampak kepada keamanan dan menjadi tugas kepolisian,” jelas Wakapolda.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi peningkatan produksi jagung di Kalimantan Selatan yang kebutuhannya baru terpenuhi di bawah 20% dari produksi lokal.

“Kalau target nasional itu 1 juta hektar, kalau target jagungnya itu 4 juta ton jagung. Untuk di Kalsel ini targetnya adalah 5 ribu hektar,” tambahnya, seraya mengakui bahwa Tanah Laut menjadi sentra meskipun secara umum karakteristik lahan di Kalsel kurang ideal untuk jagung.

Sementara itu, perwakilan Pemkab Tanah Laut, Masturi, mengapresiasi langkah Polda Kalsel. Menurutnya, peningkatan produktivitas jagung memiliki efek domino dalam mengendalikan inflasi.

“Jagung ini mata rantai untuk pengendalian inflasi juga. Dengan produktivitas jagung meningkat, maka industri pengolahan pakan ternak ini juga akan stabil. Dampaknya pada peternak, cost untuk peternaknya juga menurun.

Bila menurun, hasil dari daging di pasar juga tidak stabil. Selama ini ayam daging karkas itu termasuk yang memicu inflasi, harganya cukup tinggi. Ini adalah instrumen untuk menuju pengendalian harga pangan pokok di Kabupaten Tanah Laut,” papar Masturi.(Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu