WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Di tengah semarak perayaan Hari Jadi ke 499 Kota Banjarmasin, masih ada potret miris dari dunia pendidikan Kota Seribu Sungai.
SDN Sungai Miai 7, kini menghadapi kondisi bangunan memprihatinkan akibat atap yang lapuk.
Pantauan Wartabanjar.com di lapangan, Rabu (24/9/2025), bangunan berlantai dua itu tampak seperti tak layak digunakan lagi sebagai ruang belajar.
Atap bolong hingga dinding berlumut menjadi bukti kondisi ruang kelas sudah lama terbengkalai.
Empat ruang belajarnya terdampak, yakni kelas 5A, 5B, 6A, serta ruang komputer yang sebelumnya adalah kelas 6B.
“Awalnya ruang itu kami jadikan laboratorium komputer untuk ANBK karena dianggap aman, tapi sekarang semuanya sudah tidak bisa dipakai. Anak-anak terpaksa belajar di perpustakaan dan musala,” ungkap Wakil Kepala SDN Sungai Miai 7, Agung Setiadi.
Namun, khusus ruang kelas 6B saat ini masih digunakan untuk pelaksanaan ANBK.
Meski kondisinya tak sepenuhnya baik, ruangan tersebut dinilai sedikit lebih layak dibanding tiga ruang lainnya, dan karena memang tidak ada pilihan ruang lain yang bisa dipakai.
Menurut Agung, kerusakan ini bukan akibat bangunan ambruk, melainkan atap yang kian rapuh.
“Sejak dibangun pada 2007, bangunan sekolah yang rusak ini saja yang belum pernah mendapat perbaikan besar, hanya sebatas tambal sulam, jadi yang rusak bukan keseluruhan bangunan sekolah,” jelasnya.
Faktor usia bangunan, serangan biologi, serta angin dan hujan deras membuat genteng sering beterbangan hingga ke jalan dan rumah warga sekitar.







