WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa Sekolah Rakyat (SR) bebas dari praktik titipan, suap, maupun penyimpangan. Hal itu ditegaskannya usai membuka Pelatihan Pengasuhan dan Pengelolaan Asrama SR Batch II Tahun Ajaran 2025, Selasa (23/9/2025) pagi di Banjarbaru.

Gus Ipul menegaskan, setiap siswa berhak mendapatkan pendampingan penuh tanpa diskriminasi, mengingat latar belakang mereka yang beragam dan kerap membutuhkan perhatian khusus.

“Kami tidak akan menolak ataupun mengeluarkan siapapun dari sekolah rakyat. Jika ada siswa yang kesulitan, kami siapkan rehabilitasi medis maupun psikologis,” tegasnya.

Fakta Penting dari Pernyataan Gus Ipul:

Tidak ada titipan siswa. Seleksi dilakukan ketat bersama pendamping, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga BPS yang melakukan verifikasi langsung ke rumah calon siswa.

Tidak ada suap dan penyimpangan. Arahan Presiden sangat jelas: program ini murni untuk keluarga kurang mampu di desil 1 dan 2.

Fasilitas rehabilitasi tersedia. Siswa yang mengalami hambatan adaptasi, termasuk homesick, akan mendapat dukungan medis dan psikologis.

Lingkungan makin kondusif. Sejak pembelajaran dimulai Juli lalu, kondisi SR disebut semakin membaik.

Gus Ipul juga berharap kepala sekolah dan guru mendampingi siswa dengan sabar, empati, serta dukungan penuh agar masa pengenalan berjalan lancar.

“Jika ada yang melanggar aturan, akan dikenakan sanksi tegas. Sekolah Rakyat adalah amanah untuk mencetak generasi kuat dan mandiri,” pungkasnya.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad